All I hear is raindrops falling on the rooftop
Ooh baby, tell me why’d you have to go
‘Cause this pain I feel it won’t go away
And today I’m officially missin’ you
Hujan
masih turun dengan indahnya, membasahi bumi yang haus akan belaian butiran
bening nan indah itu. Namun aku masih disini, dikamarku. Aku menikmati tetesan
– tetesan air. Merindukannya, ya, itu yang kini aku rasakan. Baru 3 hari aku
tak melihat wajahnya, namun kerinduan ini tak bisa terbendung lagi. aku rindu
suaranya, rindu senyumnya, ahhh.. lucu kalau mengingat pertama kali aku
mengenalnya..
I thought that from this heartache, I could escape
But I fronted long enough to know
There ain’t no way
And today I’m officially missing you
Ahh,
dia adalah salah satu orang yang berarti dalam hidupku. Dia mengajarkanku
banyak hal. Itu yang aku tau. Aku menghormatinya. Sangat menghormatinya. Tak
ada sedikitpun rasa suka tergambar di otakku. Ya, walaupun jujur, cemburu itu
datang saat temanku mendapatkan perhatian lebih darinya. Tapi yang ada
dipikiranku saat itu, aku juga ingin mendapatkan perhatian itu. Aku merasa
sendiri, selalu sendiri. Ya, mungkin memang begini nasibku, selalu sendiri.
Ooh...can’t nobody do it like you
Say every little thing you do, hey, baby
Say it stays on my mind
And I-I’m officially
Sampai
akhirnya perhatian itu aku dapatkan. Awalnya biasa saja, perhatiannya aku
terjemahkan sebagai rasa adik pada kakaknya. Aku senang. Sangat senang. Karena
selama ini, aku memang kehilangan perhatian dari orang – orang disekitarku. Dan
saat itu, aku mendapatkan perhatian itu darinya. Aku bahagia. Dan aku nyaman
dengan semua yang ia lakukan.
All I do is lay around, 2 ears full of tears
From looking at your face on the wall
Just a week ago you were my baby
Now I don’t even know you at all, I don’t know you at all
Saat
itu, pertama kali kata ‘yang’ terucap dari bibir manisnya. Ahhh, sulit aku
menggambarkan apa yang ada dihatiku. Aku masih berusaha tenang. Menganggap
semua bentuk perhatiannya sekedar perhatian kakak – adik. Yups, munafik memang,
namun aku tak mau terlalu banyak berharap. Karna aku tau dan aku sadar, terlalu
banyak perbedaan yang membentang antara aku dan dirinya. Sejauh ini aku masih
merasa nyaman ada didekatnya. Namun harus kuakui, getaran – getaran halus
didadaku mulai kurasakan, saat pertama kali ia menggenggam tanganku. Hangat
Well, I wish that you would call me right now
So that I could get through to you somehow
But I guess it’s safe to say, baby
Safe to say that I-I’m officially missin’ you
Aku
senang, sangat senang. Aku takkan pernah melupakan saat – saat indah itu. Karna
mungkin hanya itu yang aku punya. Manis. Genggaman tangannya, hangat, lembut
dan menenangkan. Aku sadar, saat itu aku masih malu tuk mengakui kalau aku
merasa bahagia. Ditambah perhatiannya disetiap detik hembusan nafasku. Aku tak
tau harus bagaimana. Namun aku tak bisa bohong, aku mulai menyayanginya. Ingin
aku berkata ‘he is mine’ namun aku tau, aku takkan mampu. Perasaanku semakin
menguat seiring dengan perhatian yang ia berikan setiap harinya. Perasaan itu
tak mampu lagi kubendung. Aku mencintainya. Ya, aku yakin aku mencintainya.
Namun aku masih tak mampu mengatakannya, aku ragu memberitahunya. Sampai
akhirnya..
Ooh...can’t nobody do it like you
Said every little thing you do, hey, baby
Say it stays on my mind
And I-I’m officially
Pagi
itu, langit tertutup oleh lembaran – lembaran halus berwarna abu – abu, dan
butiran halus itu datang membasahi bumi. Seperti biasa, ia datang menjemputku.
Aku menyambutnya dengan bahagia. Kami pergi ke suatu tempat. Hening, damai, dan
aku merasa nyaman. Semakin merasa nyaman karna hadirnya disisiku. Pagi itu, aku
masih terus memperhatikan air yang semakin menggenang. Hening. Aku dan dia
sama-sama diam menikmati indahnya anugerah Tuhan. Sampai akhirnya dia
memanggilku dengan suara lembutnya. Sambil menggenggam tanganku hangat, 'aku
mencintaimu, itu yag terucap dari bibir manisnya. bahagia? sangat. dan saat itu dia melakukan hal yang ta prrnah kuduga. haha, hanya aku yang tau
Well, I thought I could just get over you, baby
But I see there’s something I just can’t do
From the way you would hold me
To the sweet things you told me
I just can’t find a way to let go of you
Sore
ini, hujan kembali membasahi bumi. Mengingatkanku pada dirinya. Hampir disetiap
lembar kisah kami selalu didampingi oleh sentilan halus dari air yang jatuh
itu. Saat pertama kali dia mengantarku pulang, pertama kali dia menjemputku,
bahkan saat first kiss ku, bersamanya. Aku benar benar bahagia. Setidaknya saat
itu. Kini aku merasa sepi, merasa sendiri. Aku merindukannya, aku merindukan
kasih sayangnya, aku merindukan perhatiannya, aku merindukan semuanya. Ahhh,
jika aku mampu, aku ingin waktu terus menahanku di 2minggu lalu, saat aku dan
dia masih bersama. Aku merindukan senyumnya, aku merindukan suara tawanya, aku
merindukan wajah merahnya saat menggenggam tanganku, aku meridukan belaian
tangannya dipuncak kepalaku, aku merindukan kecupan lembutnya dikeningku, aku
merindukan ‘cokelat’nya. Haha. Aku masih berharap semoga suatu saat
perhatiannya bisa aku dapatkan lagi. hanya masalah waktu. Dia memintaku untuk
fokus pada ujian akhir semesterku. Dan selama ujian berlangsung, dia akan
menjauh dariku. Ya, dia memang sangat perhatian padaku, tak mau mengganggu jam
belajarku. Namun itu sangat menyiksaku. Aku tak suka ini. Aku benci. Aku ingin
semua berjalan dengan normal. Aku mohon. Aku tak sanggup bila harus teracuhkan
olehnya. Walaupun perhatiannya masih tergambar jelas saat ia membantuku mencari
materi ujian yang menurutku sulit disetiap malamnya, namun aku masih merasa
kurang. Sangat kurang. Aku sangat merindukan kata – kata ‘yang’, dan ‘ I hate
U’ yang selalu ia katakan setiap saat. Dulu.
Ooh...can’t nobody do it like you
Say every little thing you do, hey, baby
Say it stays on my mind
And I-I’m officially
Dear
kamu, aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Jika ada kata yang bisa
menggambarkan betapa dalamnya aku merindukanmu, itu yang akan aku katakan. Aku
benci saat ini. Saat kamu melenyapkan kata – kata manismu, quotes mu, dan lirik
just the way you are itu. Aku ingin masa – masa itu terulang kembali. Entah
berapa kali aku harus katakan, aku merindukanmu, terlalu merindukanmu. Hingga
kini aku masih terus bertanya, mungkinkah aku mendengar semua itu lagi? kata –
kata sayangmu, quotes mu, lirik just the way you are itu, perhatianmu,
‘cokelat’mu, ahhhh. Mungkinkah aku merasakannya lagi? sulit.
Kamu
tau? aku tersiksa dengan perlakuanmu. Aku sakit. Kalau memang kamu mau kita
menyelesaikan semua sekarang dari 1 tahun perjanjian kita, aku tak apa, namun,
aku mohon, katakan itu secara jelas. Agar aku tidak menaruh harapku terlalu
jauh akan dirimu.
Aku
tau, kamu dan aku takkan mungkin jadi ‘kita’. Banyak perbedaan membentang
antara kita. Terlalu banyak. Aku tau itu, namun izinkanlah aku tetap merasakan
semua ini, sampai perjanjian kita habis, dan ketika saat itu tiba, aku akan
mencoba mengubur dalam – dalam kenangan kita. Kenangan aku dan kamu. Hingga
akhirnya kamu, kan benar – benar pergi dari hidupku. Namun, 1 yang harus selalu
kamu ketahui, aku akan selalu mencintaimu, akan terus mencintaimu, sampai
akhirnya waktu itu sendiri yang akan memisahkan kita.
It’s official
Hoo, you know that I’m missin’ you, yeah, yes
All I hear is raindrops, oh, yeah
And I’m officially missin’ you