Senin, 28 Februari 2011

Cara bermain rubik untuk pemula

1. Cross
Dalam membuat cross saya biasa
menggunakan warna putih dan saya
anjurkan untuk membuat cross di layer
bawah. Mengapa? Karena hal ini akan
mempercepat transisi ke tahap F2L(lebih
lanjut tentang F2L pada bagian berikutnya).
Dalam speed solving di kompetisi, akan ada
waktu inspeksi 15 detik (kurang) untuk
melihat kondisi cube setelah di scramble,
sebelum kita mulai solve.
Biasakan latihan dengan cara yang sama,
ambil waktu untuk inspeksi, mungkin pada
saat pertama kali belajar tidak usah dibatasi
waktu, tapi selanjutnya secara perlahan
coba dibatasi waktu inspeksinya sampai
kurang dari 15 detik.
Gunakan waktu inspeksi untuk planning
langkah2 yg diperlukan untuk membuat
cross. Biasanya pada saat inspeksi, minimal
saya bisa melihat bagaimana bisa
memposisikan minimal 3 edge untuk
membentuk cross. Tapi akan lebih baik bila
kita bisa merencanakan kesuluruhan
gerakan untuk membentuk cross waktu
inspeksi, bahkan ada beberapa cuber yg
mampu melihat pair F2L pertama dan
membuat extended cross (cross+pair F2L).
Satu hal lagi yang penting, usahakan bahkan
pastikan untuk selalu bisa membentuk cross
dalam 8 langkah atau kurang!
2.F2L (First 2 Layers)
Dalam tahap ini kita melakukan pairing
(memasangkan) antara 1 corner piece
bottom layer dan satu edge piece layer
kedua (tengah) untuk secara simultan di
masukan (slotting) ke posisinya.
Tahap ini menurut saya adalah tahap yang
paling penting dalam speed solving karena
sebagian besar waktu akan dihabiskan di
tahap ini. Dengan adanya 4 slot yang harus
diisi berarti apabila rata2 kita membutuhkan
4-5 detik untuk pairing dan slotting di satu
posisi, maka total waktu F2L adalah 16-20
detik. Bayangkan apabila kita bisa
memotong waktu tersebut hanya menjadi
2-3 detik per pasangan(pair), maka waktu
F2L kita hanya 8-12 detik (potensial
menembus sub 20 atau solve seluruh cube
dibawah 20 detik).
Berlatihlah untuk melakukan tahap ini
dengan perlahan tapi tanpa terputus.
Maksimalkan "look ahead", adalah
bagaimana kita bisa melihat kedepan
menemukan pair dan posisi potensial
lainnya disaat kita sedang slotting pairing
sebelumnya.
3. OLL (Orientate Last Layer)
Pada tahap ini dengan satu Algoritma
(serangkaian langkah/gerakan memutar
layer untuk mendapatkan suatu posisi
tertentu) kita merubah stiker di layer paling
atas (layer terakhir/layer ketiga) menjadi
satu warna ( dalam hal ini warna kuning,
apabila kita menggunakan standard color
scheme dan memakai cross putih). Ada 57
kasus OLL ini termasuk mirror, dengan 57
algoritma yg harus dihafalkan.
4. PLL (Permutate Last Layer)
Pada tahap ini dengan satu algoritma kita
melakukan tahap terakhir untuk solve
Rubik's cube kita, dengan memposisikan
piece cube di layer terakhir ke posisinya yg
benar. Ada 21 kasus untuk PLL termasuk
mirrornya.
Untuk mempermudah proses belajar di
tahap OLL dan PLL kita dapat memakai 2
look OLL dan 2 look PLL, atau dengan kata
lain merubah dari yang seharusnya
memakai satu algoritma - satu pengenalan/
look menjadi memakai dua algoritma - dua
pengenalan/look.
Cara ini secara signifikan mengurangi
jumlah algoritma yang harus dihafalkan dari
total 57+21= 78 Algoritma menjadi hanya
sekitar 15 Algoritma, lumayan kan :)
http://www.speedsolvers.com/forum/
viewtopic.php?f=26&t=23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar